SEDEKAH JAMBAN

Penyediaan  dan  pengelolaan sanitasi  yang  baik  merupakan tindakan preventif  yang harus dilakukan  untuk  mengurangi  penyebaran penyakit  menular  akibat  sanitasi  yang  buruk.  Saat  ini kesadaran  masyarakat  masih  rendah  dalam keikutsertaan  dalam  pengelolaan  sarana  Sanitasi  merupakan  bagian  penting  dalam pembangunan  daerah  karena  terkait  dengan  pelayanan kesehatan  dan  prasarana sanitasi.  Belum  semua  masyarakat  menyadari  arti penting  sanitasi.  Bahkan  seringkali  sanitasi  dianggap sebagai  urusan  belakang  sehingga  ditinggalkan  untuk mengurus  urusan-urusan  yang  lain.  Persepsi  yang keliru yang memandang urusan sanitasi sebagai urusan yang  kurang  penting  sangat  perlu  untuk  diubah sehingga  semua  pihak  dapat  menyadari  sepenuhnya bahwa  urusan  sektor  sanitasi  merupakan  urusan  yang penting  dan  cukup  vital.

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat yang selanjutnyadisebut sebagai STBM  adalah pendekatan untuk merubah perilaku hygiene dan sanitasi melalui pemberdayaan  masyarakat dengan metode pemicuan yaitu cara untuk mendorong perubahan perilaku hygiene dan snaitasi individu atau masyarakat atas kesadaran sendiri dengan  membentuk perasaan, pola pikir, perilaku, dan kebiasaan individu atau masyarakat. Dalam menyelenggarakan STBM dilakukan pemicuan yang dilaksanakan oleh tenaga kerja, kader, relawan, dan masyarakat yang telah berhasil mengembangkan STBM. Pemicuan diarahkan untuk memberikan kemampuan dalam hal merencanakan perubahan perilaku, memantau terjadinya perubahan perilaku, dan mengevaluasi terjadinya perubahan perilaku. Setelah pemicuan dilakukan pendampingan kepada masyarakat. Peraturan. (Kemenkes Nomor 3 Tahun 2014 Tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat

Tidak Buang Air Besar Sembarangan (BABS) adalah pilar pertama dari 5 (lima) pilar STBM yang menjadi prioritas masalah utama. Jamban  merupakan  fasilitas  pembuangan  tinja  yang  efektif  untuk memutuskan  mata  rantai   penularan  penyakit dan merupakan fasilitas yang dapat digunakan untuk menyelesaikan prioritas masalah utama tersebut. Penggunaan  jamban  tidak hanya nyaman melainkan juga turut melindungi dan meningkatkan kesehatan keluarga dan masyarakat. Dengan bertambahnya jumlah penduduk yang tidak sebanding  dengan  area  pemukiman  yang  ada,  masalah  mengenai pembuangan kotoran manusia menjadi meningkat, dilihat dari segi kesehatan masyarakat,  masalah  pembuangan  kotoran  manusia  merupakan masalah pokok   untuk  sedini   mungkin   diatasi  (Notoatmodjo,  2003).

Kecamatan Asembagus adalah salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Situbondo dengan persentase penduduk dengan akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak (jamban sehat) adalah 80,22 % (UPT Puskesmas Asembagus, 2019). Kecamatan Asembagus terdiri dari 10 desa, diantaranya 8 (lima) desa telah ODF (Open Defecation Free) yaitu Desa Asembagus, Trigonco, Gudang, Perante, dan Awar- Awar (Deklarasi tahun 2018), Mojosari, Kertosari, dan Kedunglo (Deklarasi tahun 2019). Pada Tahun 2020, Kecamatan Asembagus memiliki rencana untuk mendeklarasikan 2 desa yang belum melakukan deklarasi ODF yaitu Desa Bantal dan Desa Wringin Anom.

Menindaklanjuti percepatan ODF (Open Defecation Free) tersebut, maka UPT Puskesmas Asembagus menyelenggarakan inovasi yaitu “Sedekah Jamban”. Inovasi ini dilakukan dengan harapan dapat meningkatkan capaian Program Kesling di UPT Puskesmas Asembagus yang masih kurang. Program sedekah jamban mulai berjalan mulai tahun 2019 hingga saat ini. Program ini sangat membantu meningkatkan capaian akses jamban di Kecamatan Asembagus. Pada tahun 2018 capaian akses jamban adalah sebesar 76% kemudia pada tahun 2019 mengamali peningkatan yaitu 80,22%. Diharapkan pada tahun 2020 capaian akses jamban mengalami peningkatan kembali hingga mencapai 100%.

STBM adalah salah satu indikator dalam Program Kesling yang menjadi prioritas utama karena merupakan program prioritas utama Bupati Kabupaten Situbondo. Target Bupati Kabupaten Situbondo adalah Tahun 2020 Kapubaten Situbondo menyandang satus ODF (Open Defecation Free). Oleh karea itu, untuk mendorong percepatan ODF (Open Defecation Free), UPT Puskesmas Asembagus menyelenggarakan inovasi “Sedekah Jamban”.

  • TUJUAN
  1. Meningktkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk Tidak BABS (Buang Air Besar Sembarangan) di Kecamatan Asembagus Kabupaten Situbondo Tahun 2020.
  2. Meningkatkan jumlah akses Rumah Tangga terhadap fasilitas sanitasi layak atau Jamban Sehat di Kecamatan Asembagus Kabupaten Situbondo Tahun 2020.
  3. Meningkatkan jumlah Desa ODF (Open Defecation Free) di Kecamatan Asembagus Kabupaten Situbondo Tahun 2020.
  4. Meningkatkan jumlah Jamban Sehat di Kecamatan Asembagus Kabupaten Situbondo Tahun 2020
  • MANFAAT
  1. Terbebas dari penyakit berbasis lingkungan yaitu Diare dan Stunting
  2. Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran untuk Tidak BABS (Buang Air Besar Sembarangan serta cara pembuatan jamban sehat secara sederhana dan murah.
  3. Menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Fungsi dan struktur lingkungan dapat tetap terjaga karena pencemaran akibat tinja manusia dapat dicegah